Subsidi energi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 127,7 triliun

subsidi energi

Subsidi energi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 127,7 triliun (US $ 10,22 miliar) tahun ini, atau 0,2 persen dari produk domestik bruto (PDB), karena kenaikan harga minyak dunia. Tahun lalu, pemerintah mengeluarkan subsidi energi sebesar Rp 97,6 triliun atau 108,7 persen dari jumlah anggaran yang dianggarkan pada APBN 2017, yaitu Rp 89,9 triliun.

Ekonom utama Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra mengatakan kenaikan proyeksi subsidi energi tersebut disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia, yang saat ini mencapai $ 70 per barel, jauh lebih tinggi daripada proyeksi pemerintah sebesar $ 48 per barel dalam APBN. Pemerintah telah mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga Maret.

Aldian mengatakan bahwa jumlah pembengkakan energi yang membengkak akan memperlebar defisit anggaran negara menjadi 2,6 persen dari PDB dari 2,2 persen proyeksi pemerintah. “Kenaikan harga minyak akan menyebabkan angka defisit melebihi target pemerintah,” kata Aldian dalam penelitian global briefing 2018 Global Outlook di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan, keputusan pemerintah untuk bergabung dengan negara-negara di Automatic Exchange of Information (AEOI) diharapkan dapat membantu meningkatkan penerimaan pajak pada tahun 2018, terutama dari pajak orang-orang Indonesia yang menyimpan kekayaan mereka di luar negeri. “Transparansi karena AEOI diharapkan bisa menjadi instrumen bagi pemerintah untuk mengumpulkan lebih banyak pemasukan pajak. Kami masih melihat kekurangannya, tapi bisa dikontrol antara 2,5 sampai 2,6 persen, “tambahnya seperti dilansir kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *